MOE: DARI IKAN SEGAR MENJADI PELUANG USAHA YANG TERUS BERKEMBANG

Profil dan Sejarah UMKM MOE

UMKM MOE milik Ibu Moedjiati bergerak di bidang kuliner. Usaha ini berfokus pada pengolahan berbagai produk berbahan dasar ikan.

Ibu Moedjiati mendirikan usaha ini pada tahun 2015. Lokasinya berada di Jl. Bantaran IV No. 12B, Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141. Lokasi usaha tepat berada di depan Masjid Tawakal.

Sejak awal berdiri, Ibu Moedjiati telah melalui berbagai proses dan percobaan untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sebelum berfokus pada produk olahan ikan, beliau sempat menjalankan beberapa jenis usaha. Selain itu, beliau juga pernah menjalankan lebih dari satu usaha secara bersamaan.

Berbagai pengalaman tersebut kemudian mendorong Ibu Moedjiati mencari bidang usaha yang memiliki peluang pasar lebih besar. Beliau juga ingin membangun usaha yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pada akhir tahun 2014, Ibu Moedjiati mengikuti pelatihan pengolahan ikan dari BP3 Banyuwangi. Melalui pelatihan tersebut, beliau mempelajari berbagai teknik pengolahan ikan menjadi produk makanan.

Selain memperoleh pengetahuan baru, Ibu Moedjiati juga melihat peluang untuk mengembangkan produk olahan perikanan. Pada saat itu, belum banyak UMKM yang secara khusus mengembangkan berbagai produk kuliner berbahan dasar ikan.

Seiring perkembangan usaha, Ibu Moedjiati terus meningkatkan kemampuan melalui berbagai kegiatan pelatihan. Pada awal tahun 2025, beliau mengikuti pelatihan pembuatan pentol dari HC UNISMA.

Berbagai pengalaman dan pelatihan tersebut kemudian mendukung proses pengembangan produk UMKM MOE hingga saat ini. Untuk informasi dan pemesanan, pelanggan dapat menghubungi WhatsApp Bisnis di nomor 0897-7208-890.

Latar Belakang dan Motivasi Mendirikan Usaha

Ibu Moedjiati melihat Kota Malang sebagai wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Kehadiran mahasiswa, pekerja, dan berbagai kegiatan turut membuka peluang bagi perkembangan bisnis kuliner.

Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang praktis dan beragam membuat sektor kuliner memiliki peluang untuk terus berkembang. Kondisi tersebut kemudian mendorong Ibu Moedjiati memilih bidang kuliner sebagai salah satu usaha jangka panjang.

Ibu Moedjiati juga melihat peluang pada produk berbahan dasar ikan. Menurut pengamatannya, masih terdapat ruang untuk mengembangkan produk olahan perikanan di kalangan UMKM.

Karena itu, Ibu Moedjiati mengembangkan ikan menjadi berbagai produk kuliner. Produk tersebut mencakup makanan frozen, makanan siap saji, hingga makanan ringan.

Melalui variasi tersebut, UMKM MOE berupaya memenuhi kebutuhan dan selera konsumen yang beragam.

Produk yang Ditawarkan

UMKM MOE menawarkan berbagai produk kuliner dengan ikan sebagai salah satu bahan utama. Produk tersebut terdiri dari olahan ikan frozen, makanan siap saji, dan makanan ringan.

Beberapa produk yang tersedia antara lain:

  • Sempol frozen
  • Aneka olahan ikan frozen
  • Siomay
  • Batagor
  • Olahan kakap merah
  • Pempek tengiri
  • Keripik tengiri
  • Basreng tengiri

Produk frozen menjadi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan makanan praktis. Konsumen dapat menyimpan produk tersebut dan mengolahnya sesuai kebutuhan.

Sementara itu, produk siap saji lebih banyak memenuhi kebutuhan konsumen untuk berbagai kegiatan atau event. Siomay, batagor, kakap merah, dan pempek tengiri menjadi beberapa produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Dengan menghadirkan berbagai jenis produk, UMKM MOE dapat menjangkau konsumen dengan kebutuhan yang berbeda.

Produk yang Banyak Diminati

Sempol frozen menjadi salah satu produk yang banyak diminati pelanggan. Produk ini menawarkan kepraktisan karena konsumen dapat menyimpannya dan mengolahnya kembali sesuai kebutuhan.

Sementara itu, permintaan produk siap saji biasanya berasal dari berbagai kegiatan atau event. Siomay, batagor, kakap merah, dan pempek tengiri menjadi beberapa produk yang banyak diminati untuk kebutuhan tersebut.

Selain itu, perbedaan karakteristik setiap produk membantu UMKM MOE menjangkau berbagai kebutuhan konsumen. Produk frozen cocok untuk konsumsi sehari-hari. Sebaliknya, produk siap saji dapat memenuhi kebutuhan makanan dalam berbagai acara.

Keunggulan Produk

UMKM MOE mengutamakan penggunaan ikan kakap merah dan ikan tengiri yang segar sebagai bahan baku. Karena itu, kesegaran bahan baku menjadi salah satu perhatian utama dalam proses produksi.

Kualitas bahan baku dapat memengaruhi rasa, tekstur, dan kualitas produk. Oleh sebab itu, Ibu Moedjiati menjaga kesegaran ikan untuk menghasilkan produk dengan cita rasa yang baik.

Selain bahan baku, pengalaman mengikuti pelatihan pengolahan ikan juga membantu Ibu Moedjiati mengembangkan berbagai produk. Pengetahuan tersebut mendukung proses inovasi agar produk tetap sesuai dengan kebutuhan pasar.

Proses Pengembangan Produk

Ibu Moedjiati mengembangkan produk melalui berbagai percobaan dan pengalaman selama menjalankan usaha. Sebelum berfokus pada olahan ikan, beliau telah mencoba beberapa jenis usaha.

Pengalaman tersebut kemudian membantu Ibu Moedjiati memahami respons konsumen. Selain itu, pengalaman tersebut membantu beliau melihat produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan.

Pelatihan pengolahan ikan dari BP3 Banyuwangi pada akhir tahun 2014 menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan usaha. Melalui pelatihan tersebut, Ibu Moedjiati memperkuat kemampuan dalam mengolah produk berbasis perikanan.

Selanjutnya, Ibu Moedjiati terus mengembangkan produk melalui inovasi dan pelatihan. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan pentol dari HC UNISMA pada awal tahun 2025.

Pelatihan tersebut menambah pengetahuan dan membuka peluang untuk menciptakan produk baru. Dengan terus mencoba berbagai produk, UMKM MOE dapat menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan dan respons konsumen.

Target Pasar

UMKM MOE menyasar masyarakat yang membutuhkan makanan praktis. Selain itu, usaha ini juga menjangkau konsumen yang menyukai produk olahan ikan.

Produk frozen dapat menjangkau konsumen rumah tangga, mahasiswa, dan masyarakat umum. Produk tersebut cocok bagi konsumen yang membutuhkan makanan praktis dan dapat disimpan.

Sementara itu, produk siap saji seperti siomay, batagor, kakap merah, dan pempek tengiri dapat memenuhi kebutuhan berbagai kegiatan atau event.

Lokasi usaha di Jl. Bantaran IV No. 12B, Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang juga memberikan peluang untuk menjangkau masyarakat sekitar. Kawasan tersebut memiliki aktivitas masyarakat dan mahasiswa yang cukup tinggi.

Strategi Pemasaran dan Pengembangan Pasar

Ibu Moedjiati terus membuka peluang untuk memperluas pasar. Produk olahan ikan memiliki potensi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas karena dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk.

Produk frozen menjadi salah satu pilihan untuk memperluas pasar. Sifatnya yang praktis dan dapat disimpan memberikan kemudahan bagi konsumen.

Selain mempertahankan produk yang sudah diminati, Ibu Moedjiati juga terus membuka peluang untuk menciptakan produk baru. Inovasi tersebut membantu UMKM MOE mengikuti perubahan kebutuhan dan selera konsumen.

Dengan strategi tersebut, UMKM MOE memiliki peluang untuk memperkenalkan produk olahan ikan kepada konsumen yang lebih luas.

Operasional Usaha

Kegiatan operasional UMKM MOE berfokus pada pengolahan ikan menjadi berbagai produk makanan. Ibu Moedjiati menggunakan ikan kakap merah dan tengiri yang segar sebagai salah satu upaya menjaga kualitas produk.

Tim menyesuaikan proses produksi dengan jenis dan kebutuhan konsumen. Produk frozen dipersiapkan agar konsumen dapat menyimpan dan mengolahnya kembali.

Sementara itu, tim menyiapkan produk siap saji sesuai kebutuhan pesanan. Pesanan tersebut terutama berasal dari kegiatan atau event dalam jumlah tertentu.

Karena UMKM MOE menawarkan berbagai produk, tim perlu menyesuaikan proses produksi. Dengan demikian, setiap produk dapat mempertahankan kualitasnya.

Peran sebagai Tempat Magang Mahasiswa

Selain menjalankan bisnis, UMKM MOE turut mendukung kegiatan pendidikan melalui penerimaan mahasiswa magang. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal kegiatan bisnis secara langsung.

Selama magang, mahasiswa dapat mempelajari proses produksi, pengembangan produk, pemasaran, dan kegiatan operasional UMKM. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami praktik kewirausahaan di lapangan.

Ibu Moedjiati berharap UMKM MOE dapat terus menjadi tempat magang mahasiswa pada masa mendatang. Dengan demikian, usaha ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pemilik dan konsumen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa.

Inovasi dan Rencana Pengembangan

Ibu Moedjiati berencana terus melakukan inovasi produk. Inovasi menjadi langkah penting untuk mengikuti perkembangan kebutuhan dan selera konsumen.

Pengembangan produk dapat memanfaatkan bahan baku ikan menjadi berbagai jenis makanan yang memiliki nilai tambah. Selain itu, produk yang sudah ada dapat terus dikembangkan melalui variasi rasa, bentuk, dan jenis olahan.

Di sisi lain, Ibu Moedjiati juga berencana memperluas pasar. Perluasan pasar dapat meningkatkan jumlah konsumen sekaligus memperkenalkan produk olahan ikan kepada masyarakat yang lebih luas.

Dalam proses pengembangan, Ibu Moedjiati tetap mempertahankan kualitas bahan baku. Penggunaan ikan kakap merah dan tengiri yang segar menjadi salah satu karakteristik yang terus dijaga.

Visi dan Harapan UMKM

Ke depan, Ibu Moedjiati berharap UMKM MOE dapat terus berkembang melalui inovasi produk dan perluasan pasar. Usaha ini diharapkan mampu mempertahankan produk yang sudah diminati sekaligus menghadirkan produk baru sesuai kebutuhan konsumen.

Selain mengembangkan bisnis, Ibu Moedjiati juga berharap UMKM MOE dapat terus menjadi tempat magang mahasiswa. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi usaha dalam memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa.

Perjalanan UMKM MOE menunjukkan pentingnya keberanian dalam mencoba berbagai peluang usaha. Pengalaman, pelatihan, inovasi, dan kemampuan melihat kebutuhan pasar menjadi bagian dari proses perkembangan usaha.

Dengan mempertahankan penggunaan bahan baku ikan yang segar, mengembangkan inovasi, dan memperluas pasar, UMKM MOE terus membuka peluang untuk berkembang di tengah persaingan bisnis kuliner Kota Malang.

Pada akhirnya, UMKM MOE tidak hanya mengembangkan produk kuliner berbahan dasar ikan. Usaha ini juga membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui kegiatan magang.

Ke depan, UMKM MOE diharapkan semakin dikenal masyarakat luas. Selain mengembangkan bisnis, UMKM ini juga dapat terus memberikan manfaat sebagai tempat belajar dan magang bagi mahasiswa.

Lampiran

\