BatiksHub UNISMA Ikuti Investor Blind Deck, Dapatkan Masukan Langsung dari Venture Capitalist

Kegiatan Investor Blind Deck mengawali rangkaian acara dengan presentasi PowerPoint (PPT) dari para startup participant. Panitia menyensor nama dan identitas setiap brand pada tahap ini. Para Venture Capitalist (VC) hanya melihat ide bisnis, revenue, konsep, dan mekanisme bisnis.

Konsep tersebut membuat VC dapat memberikan masukan berdasarkan substansi bisnis. Mereka belum mengetahui identitas brand maupun pemilik usaha. Dengan demikian, setiap peserta memiliki kesempatan untuk memperoleh pandangan yang berfokus pada konsep dan potensi bisnis.

BatiksHub UNISMA Ikuti Investor Blind Deck

BatiksHub menjadi salah satu startup participant dalam kegiatan tersebut. Setelah sesi presentasi, tiga VC memberikan kritik dan saran secara langsung. Setiap VC menyampaikan pandangan yang berbeda berdasarkan konsep bisnis BatiksHub.

Ketiga VC memberikan beberapa masukan penting untuk pengembangan BatiksHub. Pertama, BatiksHub perlu memperjelas konsep dan sistem bisnis dalam PPT. Penyampaian yang lebih jelas dapat membantu audiens memahami alur bisnis dengan lebih mudah.

Kedua, BatiksHub dapat mempertimbangkan kerja sama dengan pengrajin batik melalui skema white label. Skema tersebut membuka peluang kolaborasi dengan pengrajin sekaligus mendukung pengembangan produk batik.

Ketiga, VC mendorong BatiksHub untuk mengembangkan produk batik yang dapat masyarakat gunakan dalam aktivitas sehari-hari. Beberapa contoh produk yang muncul dalam diskusi yaitu piyama, T-shirt, dan berbagai produk fesyen kasual.

Mendorong Bisnis yang Selaras dengan SDGs

Berbagai masukan dari VC menjadi bahan evaluasi bagi BatiksHub. Masukan tersebut juga membuka peluang untuk mengembangkan model bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Pengembangan BatiksHub memiliki keterkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dapat tercermin melalui pengembangan usaha serta peluang pemberdayaan pengrajin batik.

Selanjutnya, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur relevan dengan upaya BatiksHub menghadirkan inovasi produk batik sesuai kebutuhan pasar. Sementara itu, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara startup, pengrajin batik, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait.

Identitas BatiksHub Terungkap

Setelah ketiga VC menyampaikan kritik dan saran, panitia mengungkap identitas brand dan pemilik bisnis. Pada tahap ini, nama BatiksHub diperkenalkan kepada para VC.

Pemilik BatiksHub kemudian memberikan tanggapan atas berbagai masukan yang telah disampaikan. Sesi tersebut menjadi kesempatan untuk menjelaskan konsep bisnis secara lebih mendalam. Pemilik juga dapat menyampaikan pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan BatiksHub.

Memperkuat Kolaborasi Antarkampus

Investor Blind Deck juga mempertemukan berbagai perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan startup. Kegiatan ini melibatkan BINUS, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Malang (UNISMA), dan Politeknik Negeri Malang (POLINEMA).

Kolaborasi antarkampus tersebut membuka ruang bagi para startup participant untuk memperluas jejaring dan mendapatkan wawasan baru. Para peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi bisnis melalui interaksi dengan VC dan komunitas kewirausahaan.

LPKIB UNISMA mengapresiasi dukungan BINUS, UB, dan POLINEMA dalam kegiatan tersebut. Sinergi antarkampus diharapkan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi pada kegiatan berikutnya.

Melalui Investor Blind Deck, BatiksHub memperoleh berbagai perspektif untuk mengembangkan bisnis. Kegiatan ini juga memperkuat semangat inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam ekosistem startup. Ke depan, semakin banyak perguruan tinggi dapat berpartisipasi dan bersama-sama mendorong pertumbuhan startup yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian.

Lampiran kegiatan