“UMKM NAIK KELAS DENGAN KONTEN DIGITAL: DARI IDE, DESAIN HINGGA LIVE SELLING”

Pelaksanaan Kegiatan

Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB) Universitas Islam Malang menyelenggarakan siaran langsung melalui TikTok pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 10.45 WIB melalui platform TikTok Live.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program internship. Talia Fatima A. Correia mengoordinasikan kegiatan dengan materi “UMKM Naik Kelas dengan Konten Digital: Dari Ide, Desain hingga Live Selling”.

LPKIB UNISMA memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan konten digital dalam pemasaran. Peserta mempelajari cara membuat konten melalui pemahaman dan contoh praktis. Materi mencakup penyampaian informasi produk, komunikasi dengan konsumen, pembangunan identitas usaha, hingga peningkatan peluang penjualan.

Perubahan Perilaku Konsumen di Era Digital

Materi membahas perubahan perilaku konsumen di era digital. Saat ini, konsumen semakin terbiasa mencari informasi produk melalui TikTok, Instagram, Facebook, marketplace, dan mesin pencarian.

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa UMKM tidak cukup hanya menawarkan produk berkualitas. Pelaku usaha juga perlu menyampaikan nilai produk secara menarik, jelas, dan konsisten. Pesan pemasaran harus sesuai dengan kebutuhan target audiens.

Tantangan UMKM dalam Pemasaran Digital

Sesi berikutnya membahas berbagai tantangan UMKM dalam pemasaran digital. Pelaku usaha sering mengalami kesulitan saat mencari ide konten, menjaga konsistensi branding, dan menyesuaikan konten dengan kebutuhan audiens.

Sebagian pelaku UMKM juga menghadapi kendala saat melakukan live selling. Mereka membutuhkan alur siaran yang lebih terstruktur agar dapat berinteraksi dengan penonton secara efektif.

Peserta memahami bahwa satu produk dapat menghasilkan banyak ide konten. Karena itu, UMKM tidak harus selalu menciptakan produk baru untuk menghasilkan materi promosi.

Menemukan Ide Konten dari Kebutuhan Konsumen

Dalam sesi pencarian ide, pemateri mengajak peserta mengenali target konsumen terlebih dahulu. Pelaku usaha perlu memahami calon pembeli, masalah yang mereka hadapi, pertanyaan yang sering muncul, dan kebutuhan yang ingin mereka penuhi.

Pelaku usaha dapat mengembangkan beberapa jenis konten, seperti konten edukasi, konten produk, testimoni, behind the scene, storytelling, dan promosi. Setiap jenis konten perlu menyesuaikan karakter produk serta kebutuhan audiens.

Pelaku usaha juga dapat menyusun konten melalui alur sederhana. Mereka dapat memulai dari masalah konsumen, menawarkan solusi, menunjukkan bukti pendukung, lalu memberikan ajakan bertindak atau call to action (CTA). Alur tersebut membuat pesan lebih mudah dipahami.

Membuat Desain Konten yang Menarik

Desain konten tidak harus rumit. Tampilan yang sederhana, rapi, dan mudah dibaca membantu audiens memahami pesan utama.

Pelaku UMKM perlu menjaga konsistensi warna dan identitas visual. Mereka juga harus memilih jenis huruf yang mudah dibaca. Selain itu, pelaku usaha sebaiknya membatasi jumlah teks agar konten tetap nyaman dilihat.

Kualitas foto produk dan pencahayaan juga berperan penting. Untuk konten video, pelaku usaha perlu membuat hook atau kalimat pembuka yang menarik. Hook membantu menarik perhatian audiens sejak awal video.

Tahapan Membuat Konten Digital

Materi selanjutnya membahas proses pembuatan konten secara terencana. Pelaku usaha dapat memulai proses dengan melakukan riset mengenai kondisi dan kebutuhan audiens.

Setelah itu, mereka menentukan tujuan konten. Pelaku UMKM kemudian mengembangkan ide sesuai tujuan tersebut. Sebelum memasuki tahap produksi dan pengeditan, mereka dapat menyusun script terlebih dahulu.

Pelaku usaha dapat memublikasikan konten setelah menyelesaikan proses produksi. Setelah publikasi, mereka perlu mengevaluasi hasilnya. Beberapa indikator yang dapat digunakan meliputi jumlah penonton, komentar, jumlah pembagian dan penyimpanan konten, respons konsumen, serta perubahan penjualan.

Evaluasi membantu UMKM mengetahui konten yang berhasil dan bagian yang perlu diperbaiki. Dengan cara ini, pelaku usaha dapat mengembangkan strategi konten secara lebih terarah.

Live Selling untuk Membangun Interaksi

Pada sesi live selling, peserta memahami bahwa siaran langsung tidak hanya bertujuan menjual produk. Kegiatan tersebut juga membantu pelaku usaha membangun interaksi dan kepercayaan dengan calon konsumen.

Pelaku usaha dapat membuka siaran dengan sapaan atau hook yang menarik. Setelah itu, mereka dapat membahas masalah atau kebutuhan konsumen. Selanjutnya, pelaku usaha menawarkan produk sebagai solusi melalui penjelasan atau demonstrasi.

Interaksi dengan penonton menjadi bagian penting dalam live selling. Pelaku UMKM dapat menjawab pertanyaan melalui kolom komentar, menyampaikan penawaran, serta memberikan call to action (CTA).

Persiapan juga menentukan kelancaran siaran. Pelaku usaha perlu menyiapkan produk, alur pembicaraan, informasi harga, promo, serta jawaban atas pertanyaan yang mungkin muncul.

Promosi yang Jujur dan Informatif

Dalam kegiatan promosi, peserta memahami pentingnya menyampaikan informasi produk secara benar. Pelaku usaha perlu menghindari klaim berlebihan yang tidak dapat mereka buktikan.

Promosi dapat menonjolkan karakteristik produk, manfaat penggunaan yang wajar, pengalaman konsumen, serta keunggulan yang benar-benar dimiliki. Pendekatan tersebut membantu pelaku usaha membangun kepercayaan dan menjaga hubungan baik dengan konsumen.

Satu Produk Menjadi Banyak Konten

Sebagai contoh, materi menunjukkan cara mengembangkan produk UMKM seperti keripik pisang, kopi, sambal botol, dan brownies menjadi berbagai jenis konten.

Pelaku usaha dapat mengembangkan informasi sederhana, seperti harga dan ajakan membeli, menjadi konten yang lebih menarik. Mereka dapat membuat hook, mengangkat masalah konsumen, menawarkan produk sebagai solusi, menjelaskan produk, lalu menutupnya dengan CTA.

Strategi tersebut membantu UMKM menghasilkan konten yang informatif dan komunikatif. Pelaku usaha juga dapat menghindari konten promosi yang monoton.

Konten Digital sebagai Strategi Pemasaran

Kegiatan ini menegaskan bahwa konten digital bukan sekadar membuat postingan yang menarik. Konten menjadi bagian dari strategi komunikasi dan pemasaran untuk menyampaikan pesan kepada audiens yang tepat.

UMKM dapat memulai dari ide sederhana berdasarkan produk dan kebutuhan konsumen. Selanjutnya, pelaku usaha dapat mengemas ide tersebut melalui desain yang konsisten dan produksi konten yang terencana.

Evaluasi secara berkala membantu pelaku usaha memperbaiki strategi. Sementara itu, live selling dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan langsung dengan calon pelanggan.

Mendorong UMKM Naik Kelas

Secara keseluruhan, kegiatan Live TikTok “UMKM Naik Kelas dengan Konten Digital: Dari Ide, Desain hingga Live Selling” memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada pelaku UMKM.

Konsistensi dalam membuat konten menjadi salah satu kunci pengembangan pemasaran digital. Pelaku usaha juga perlu berani mencoba berbagai bentuk komunikasi dan mengevaluasi hasilnya.

Melalui pemanfaatan konten digital yang tepat, UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan interaksi dengan konsumen, membangun kepercayaan, dan membuka peluang penjualan yang lebih luas.

Demikian berita acara kegiatan siaran Live TikTok ini kami buat sebagai dokumentasi pelaksanaan kegiatan dan bentuk pertanggungjawaban atas materi edukasi yang telah disampaikan. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi pelaku UMKM serta mendorong mereka memanfaatkan konten digital untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing.