LPKIB UNISMA Bersinergi dengan AIBI Korwil Jawa Timur dan LLDIKTI Wilayah VII dalam Kegiatan Penguatan Peran Inkubator Bisnis untuk Pendampingan Kewirausahaan Mahasiswa

Malang, 4 Juni 2026 – Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB) Universitas Islam Malang (UNISMA) berpartisipasi dalam kegiatan webinar nasional bertema “Penguatan Peran Inkubator Bisnis pada Pendampingan Kewirausahaan Mahasiswa” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan para pakar yang membahas penguatan ekosistem kewirausahaan mahasiswa, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Webinar menghadirkan tiga narasumber, yaitu Alamul Huda dari Belmawa KEMENDIKTISAINTEK, Jacob Win, ICP-ACC selaku Deputy Program & Komersialisasi sekaligus Professional Agile Business Coach, serta Vynno Premana selaku Deputy Kerjasama & Hubungan Lembaga dan Leader of Business Incubator BDIS Kementerian Perindustrian.

Dalam pemaparannya, Alamul Huda menjelaskan arah kebijakan dan standar nasional kewirausahaan mahasiswa yang menjadi dasar pelaksanaan P2MW. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh dukungan pendanaan, tetapi juga oleh kualitas pendampingan yang diberikan kepada mahasiswa. Fokus utama pendampingan diarahkan pada tiga aspek penting, yaitu validasi pasar (product-market fit), inovasi produk, dan pertumbuhan usaha. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai kategori usaha yang dapat dikembangkan dalam P2MW, meliputi bidang makanan dan minuman berbasis pangan lokal, budidaya, industri kreatif seni dan budaya, jasa pariwisata dan perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital. Menurutnya, pemilihan kategori dan tahapan usaha yang tepat menjadi faktor penting agar mahasiswa memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan bisnisnya.

Dalam sesi tersebut juga dijelaskan bahwa dosen pendamping memiliki peran strategis sebagai katalisator perubahan yang mampu menjembatani teori akademik dengan praktik bisnis di lapangan. Pendamping tidak hanya bertugas melakukan validasi administrasi, tetapi juga memberikan motivasi, membantu mitigasi risiko, serta mengarahkan mahasiswa dalam mencapai target pertumbuhan usaha yang terukur.

Sementara itu, Jacob Win menyoroti pentingnya optimalisasi peran inkubator bisnis di perguruan tinggi. Menurutnya, banyak kampus telah memiliki inkubator bisnis, namun belum dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa inkubator bisnis harus mampu mengorkestrasi berbagai program pendampingan secara sistematis dan terstruktur sehingga menghasilkan dampak yang nyata bagi perkembangan usaha mahasiswa. Jacob mengibaratkan proses inkubasi sebagai sebuah orkestra yang memerlukan koordinasi berbagai unsur agar berjalan harmonis. Pendampingan yang baik tidak cukup hanya berupa pelatihan, tetapi harus dirancang secara berkelanjutan mulai dari tahap pengembangan ide, validasi pasar, penguatan model bisnis, hingga akselerasi pertumbuhan usaha. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kewirausahaan yang lebih komprehensif dan aplikatif.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya membangun budaya kewirausahaan yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Program kewirausahaan mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi sarana memperoleh hibah pendanaan, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan usaha secara nyata dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, LPKIB UNISMA memperoleh berbagai wawasan strategis terkait penguatan fungsi inkubator bisnis, peningkatan kualitas pendampingan mahasiswa wirausaha, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan kampus yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat mendukung upaya UNISMA dalam mencetak wirausaha muda yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Partisipasi LPKIB UNISMA dalam webinar ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui pendampingan yang berkualitas, kolaborasi yang kuat, serta penguatan peran inkubator bisnis sebagai pusat pengembangan inovasi dan usaha mahasiswa.