Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB) Universitas Islam Malang menyelenggarakan kegiatan Live Presentasi melalui akun TikTok @lpkibunisma pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung pukul 10.00–10.45 WIB.
Anifia Dos Santos Nunes, mahasiswa peserta Internship LPKIB UNISMA, menyampaikan materi “Dari Scroll Jadi Cuan: Strategi Promosi UMKM di Media Sosial”. Melalui kegiatan ini, peserta mempelajari pemanfaatan media sosial sebagai strategi promosi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan. Sebaliknya, pelaku UMKM dapat memanfaatkannya untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen, dan meningkatkan peluang penjualan.
Tantangan Promosi UMKM
Materi tersebut membahas beberapa tantangan yang sering dihadapi pelaku UMKM saat melakukan promosi. Produk yang belum dikenal secara luas menjadi salah satu kendala utama. Selain itu, sebagian pelaku usaha menggunakan media sosial tanpa strategi yang jelas.
Persaingan antarproduk juga semakin tinggi. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu menyusun strategi promosi secara terencana. Strategi yang tepat membantu konsumen mengenal produk dan meningkatkan ketertarikan mereka.
Pentingnya Media Sosial bagi UMKM
Perubahan perilaku konsumen turut memengaruhi strategi pemasaran. Saat ini, banyak masyarakat mencari informasi produk melalui media sosial sebelum melakukan pembelian.
Karena itu, pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain memperkenalkan produk, media sosial memungkinkan pelaku usaha berkomunikasi langsung melalui komentar dan pesan.
Setiap platform memiliki karakteristik yang berbeda. TikTok mendukung konten video kreatif, sedangkan Instagram membantu pelaku usaha membangun tampilan visual dan identitas merek. Sementara itu, Facebook dapat menjangkau komunitas, dan WhatsApp Business memudahkan komunikasi serta penerimaan pesanan.
Konsep “Dari Scroll Jadi Cuan”
Salah satu inti materi membahas konsep “Dari Scroll Jadi Cuan”. Konsep ini menjelaskan cara mengubah aktivitas konsumen yang awalnya hanya melihat dan melakukan scrolling menjadi peluang pembelian.
Pertama, pelaku usaha perlu menarik perhatian konsumen. Selanjutnya, mereka harus membangun ketertarikan dan menyampaikan informasi produk. Setelah itu, informasi yang relevan dan meyakinkan dapat menumbuhkan kepercayaan. Pada tahap akhir, pelaku usaha mengarahkan konsumen untuk melakukan pembelian.
Mengenali Target Konsumen
Sebelum menyusun strategi promosi, pelaku UMKM perlu mengenali target konsumennya. Mereka harus memahami calon pembeli, kebutuhan konsumen, serta media sosial yang paling sering digunakan.
Dengan pemahaman tersebut, UMKM dapat memilih platform yang sesuai. Selain itu, pelaku usaha dapat menyesuaikan jenis konten dengan karakter audiens.
Oleh sebab itu, pemahaman terhadap target konsumen membuat promosi lebih terarah. Konten yang sesuai juga memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian calon pembeli.
Membuat Konten yang Menarik
Strategi promosi membutuhkan konten yang menarik dan relevan. Namun, konten tidak harus selalu berisi ajakan membeli. Pelaku usaha dapat membagikan informasi, manfaat produk, proses pembuatan, pengalaman pelanggan, atau konten interaktif.
Selain isi konten, pelaku usaha perlu memperhatikan tampilan produk. Foto dan video harus menampilkan produk secara jelas. Pencahayaan yang cukup, tampilan yang rapi, serta informasi yang mudah dipahami membantu konsumen mengenali produk.
Konsistensi dalam Promosi Digital
Konsistensi menjadi salah satu faktor penting dalam promosi melalui media sosial. Karena itu, pelaku UMKM perlu membuat perencanaan konten sesuai dengan kemampuan dan menjalankannya secara berkelanjutan.
Selanjutnya, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fitur media sosial untuk mendukung promosi. Mereka dapat menggunakan video pendek, story, reels, komentar, dan live streaming untuk meningkatkan interaksi dengan audiens.
Namun, konsistensi tidak berarti pelaku usaha harus membuat konten setiap saat. Hal yang lebih penting ialah menjaga ritme publikasi dan memastikan konten tetap relevan dengan target konsumen.
Membangun Kepercayaan Konsumen
Kepercayaan konsumen memegang peran penting dalam proses promosi. Pelaku usaha dapat membangun kepercayaan melalui informasi yang jujur, testimoni pelanggan, pelayanan yang baik, dan respons cepat terhadap pertanyaan konsumen.
Setelah konsumen menunjukkan ketertarikan, pelaku usaha perlu memberikan Call to Action (CTA). Misalnya, pelaku usaha dapat mengajak konsumen memesan produk, menghubungi WhatsApp, atau memanfaatkan promo yang tersedia.
Dengan arahan yang jelas, konsumen dapat mengetahui langkah berikutnya. Oleh karena itu, konten tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mendorong konsumen untuk bertindak.
Evaluasi Hasil Promosi
Pada bagian akhir materi, pemateri membahas program promosi dan contoh penerapan strategi pada UMKM. Selain itu, peserta mempelajari beberapa kesalahan yang perlu dihindari dalam kegiatan promosi.
Evaluasi membantu pelaku usaha mengetahui efektivitas strategi yang mereka gunakan. Untuk menilainya, pelaku usaha dapat memperhatikan jumlah penonton, tingkat interaksi, jumlah pertanyaan konsumen, dan kemungkinan peningkatan penjualan.
Selanjutnya, pelaku usaha dapat menggunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki strategi promosi. Dengan cara tersebut, UMKM dapat mengembangkan pemasaran digital secara lebih terarah.
Sesi Tanya Jawab dan Diskusi
Setelah pemateri menyampaikan materi, kegiatan berlanjut dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama peserta Live. Peserta menyampaikan pertanyaan melalui kolom komentar mengenai strategi promosi UMKM dan pemanfaatan media sosial.
Melalui sesi tersebut, peserta memahami materi secara lebih interaktif. Selain itu, peserta dapat mengaitkan materi dengan kondisi dan kebutuhan usaha masing-masing.
Mendorong UMKM Mengubah Scroll Menjadi Peluang
Melalui kegiatan ini, peserta memahami bahwa promosi UMKM di media sosial membutuhkan strategi yang tepat. Pelaku usaha perlu mengenali target konsumen, memilih platform yang sesuai, membuat konten menarik, membangun kepercayaan, dan memberikan arahan kepada konsumen.
Selain itu, pelaku usaha perlu melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, aktivitas scrolling di media sosial dapat berkembang menjadi peluang ekonomi dan meningkatkan penjualan UMKM.
Demikian berita acara kegiatan Live Presentasi ini kami buat sebagai dokumentasi pelaksanaan kegiatan dan bentuk pertanggungjawaban atas materi edukasi yang telah disampaikan. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Selain itu, kegiatan ini dapat mendorong mereka memanfaatkan media sosial secara lebih strategis untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing.
