Strategi Promosi Mulut ke Mulut (Word of Mouth) untuk UMKM

 

Malang, 27 Agustus 2026 — Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menghadirkan edukasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, LPKIB UNISMA mengangkat tema “Strategi Promosi Mulut ke Mulut (Word of Mouth) untuk UMKM” melalui live TikTok.

Kegiatan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 10.00–10.45 WIB melalui akun TikTok @lpkibunisma. Nasywa Nabilah Chanina Alda, peserta magang LPKIB UNISMA, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Melalui live TikTok ini, Nasywa mengajak audiens memahami pentingnya Word of Mouth (WOM) sebagai salah satu strategi pemasaran UMKM. WOM merupakan komunikasi antarkonsumen mengenai pengalaman, pendapat, atau rekomendasi terhadap suatu produk maupun jasa.

Pentingnya Word of Mouth bagi UMKM

Nasywa menjelaskan bahwa UMKM tidak selalu membutuhkan biaya besar untuk melakukan promosi. Pelaku usaha dapat memanfaatkan pengalaman pelanggan sebagai sarana pemasaran.

Rekomendasi dari orang yang dipercaya biasanya lebih meyakinkan calon pelanggan. Strategi ini juga dapat membantu UMKM membangun kepercayaan, reputasi, dan loyalitas pelanggan. Pengalaman positif dari satu pelanggan dapat menarik pelanggan baru melalui rekomendasi secara langsung maupun melalui media sosial.

Karena itu, pelaku UMKM perlu memberikan pengalaman yang membuat pelanggan ingin bercerita. Produk berkualitas, pelayanan yang ramah, dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam membangun WOM.

Proses Terjadinya Word of Mouth

Pada sesi berikutnya, Nasywa menjelaskan proses terjadinya WOM dalam pemasaran UMKM. Proses tersebut dimulai ketika pelanggan mencoba sebuah produk. Setelah itu, pelanggan merasakan dan menilai pengalaman yang mereka dapatkan.

Jika pelanggan merasa puas, mereka dapat menceritakan pengalaman tersebut kepada teman, keluarga, maupun pengikut di media sosial. Rekomendasi tersebut kemudian dapat menumbuhkan ketertarikan orang lain untuk mencoba produk. Dari proses inilah WOM dapat membantu UMKM memperoleh pelanggan baru.

Namun, pelaku usaha perlu memiliki produk yang layak dibicarakan. Beberapa faktor yang dapat mendorong pelanggan membicarakan produk antara lain kualitas yang konsisten, pelayanan yang cepat dan ramah, harga yang sesuai, serta kemasan yang menarik dan aman.

Keunikan produk juga dapat menjadi daya tarik tersendiri. Cerita di balik produk, proses pembuatannya, atau inovasi yang ditawarkan dapat memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi pelanggan.

Strategi Word of Mouth yang Bisa Diterapkan

Dalam kegiatan tersebut, audiens juga mendapatkan beberapa strategi untuk memperkuat WOM. Pelaku UMKM dapat memberikan pengalaman pelanggan yang berkesan melalui pelayanan yang baik dan komunikasi yang konsisten.

UMKM juga dapat membuat program referral untuk mendorong pelanggan mengajak orang lain mencoba produk. Pemberian bonus kecil, sampel, atau penawaran khusus juga dapat menjadi pemicu pelanggan untuk melakukan rekomendasi.

Selain itu, pelaku usaha dapat membangun hubungan dengan pelanggan melalui WhatsApp dan media sosial. UMKM dapat membagikan testimoni pelanggan dengan izin terlebih dahulu. Konten seperti tips, cerita produk, behind the scenes, dan promo juga dapat membantu pelanggan membagikan informasi kepada orang lain.

Media sosial turut memperluas jangkauan WOM. Pelanggan dapat memberikan ulasan, melakukan mention, membagikan ulang konten, atau merekomendasikan produk kepada pengikutnya. Karena itu, UMKM perlu memberikan respons yang cepat terhadap komentar dan pesan pelanggan.

Hindari Kesalahan dalam Strategi Word of Mouth

WOM tidak selalu menghasilkan dampak positif. Pelaku UMKM perlu menghindari berbagai kesalahan yang dapat merusak kepercayaan pelanggan.

Beberapa kesalahan tersebut meliputi kualitas produk yang tidak konsisten, pelayanan yang buruk, serta respons yang lambat terhadap keluhan. Promosi yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi produk juga dapat menimbulkan kekecewaan.

Pelaku usaha sebaiknya tidak memaksa pelanggan memberikan ulasan positif. UMKM juga perlu tetap menjaga hubungan dengan pelanggan setelah transaksi selesai. Pengalaman negatif dapat menyebar dengan cepat dan memengaruhi reputasi usaha.

Produk dan Pengalaman Pelanggan Menjadi Kunci

Melalui kegiatan live TikTok ini, peserta diharapkan memahami bahwa WOM bukan sekadar meminta pelanggan mempromosikan produk. Strategi tersebut harus dimulai dari produk yang berkualitas dan pengalaman pelanggan yang memuaskan.

Pelaku UMKM perlu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Mereka juga perlu memberikan alasan bagi pelanggan untuk membagikan pengalaman secara sukarela. Dengan pendekatan tersebut, WOM dapat menjadi strategi pemasaran yang hemat biaya sekaligus mampu memperluas jangkauan usaha.

LPKIB UNISMA terus mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM. Melalui kegiatan seperti live TikTok, pelaku usaha dapat memperoleh wawasan praktis mengenai strategi pemasaran yang mudah diterapkan.

Promosi yang efektif tidak selalu membutuhkan biaya besar. Pengalaman positif pelanggan dapat menjadi salah satu bentuk promosi paling berharga bagi perkembangan sebuah usaha.