Malang, 13 Juni 2025 – Sejumlah pegawai daycare dari Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Belajar (LPKIB) Universitas Islam Malang (Unisma) turut serta dalam kegiatan inspiratif bertajuk “Dongeng Bersama Gerakan 100 Komunitas Bermain Tanpa Gadget” yang digelar pada Kamis (12/6). Acara ini difokuskan pada pelatihan teknik mendongeng untuk orang dewasa sebagai bentuk penguatan keterampilan literasi dan komunikasi bagi pendidik usia dini.
Kegiatan yang merupakan bagian dari kampanye Bermain Tanpa Gadget ini bertujuan untuk mengajak komunitas pendidikan, khususnya pengasuh anak usia dini, agar kembali menghidupkan budaya bercerita sebagai media interaktif yang mendidik dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya diajak untuk mendalami teknik-teknik dasar mendongeng, tetapi juga bagaimana mendongeng dapat membangun ikatan emosional antara pengasuh dan anak.
“Salah satu tantangan dalam dunia pendidikan anak saat ini adalah ketergantungan pada gawai. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengedukasi sekaligus menginspirasi pengasuh agar bisa menghadirkan dunia bermain yang lebih sehat dan bermakna,” ungkap salah satu fasilitator kegiatan
Pegawai daycare LPKIB Unisma mengaku sangat antusias mengikuti sesi-sesi pelatihan, terutama saat praktik mendongeng langsung dengan menggunakan alat peraga dan ekspresi dramatik. Mereka menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tugas mereka sehari-hari dalam merawat dan mendidik anak-anak.
“Kami merasa mendapatkan bekal baru yang sangat bermanfaat. Mendongeng bukan sekadar bercerita, tapi juga mengasah empati, membangun imajinasi, dan memperkuat komunikasi dengan anak,” ujar Bunda Dinda, salah satu peserta dari daycare LPKIB Unisma.
Dengan semangat kolaboratif yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, LPKIB Unisma berharap bisa terus berperan aktif dalam gerakan pendidikan anak yang ramah, kreatif, dan minim ketergantungan pada teknologi.