
Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Universitas Islam Malang (P2KIB Unisma) bersama Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Malang menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada Minggu, 23 Juni 2024. Kegiatan diselenggarakan di Kantor P2KIB (Gedung Umar Bin Khatab, Kantor Pusat Lantai 3) Unisma yang terletak di Jalan MT. Haryono 193 Malang. Dalam kegiatan ini mengangkat tema Pentingnya Pemenuhan Konsumsi Protein Hewani Rumah Tangga Untuk Penurunan Stunting. Dimana instrumen gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga guna mencegah stunting pada anak adalah protein hewani, hal ini dikarenakan pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Selain FGD rangkaian acara dalam kegiatan ini antara lain silaturahmi dan membahas tentang keaktifan keanggotaan IPEMI Kota Malang dan juga bazar anggota dengan menu protein hewani di Bazar Dies Natalis Unisma yang ke-43. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Hj. Jeni Susyanti, SE., MM., BKP., CBV (Kepala P2KIB Unisma , Dosen FEB Unisma sekaligus Pengurus IPEMI Kota Malang) dan Dr. Ir. Hj. Nikmatul Khoiriyah, M.P (Dosen Fakultas Pertanian Unisma). Dari FGD tersebut diperoleh banyak masukan dan keluhan dari para pelaku UMKM. Di antaranya yaitu, tentang minimnya sumber daya manusia dalam mengembangkan usaha, kesulitan dalam proses pemasaran serta produk yang kalah saing dengan produk daerah lain. Disinilah tugas P2KIB Unisma, Kepala P2KIB Unisma Dr. Hj. Jeni Susyanti, SE., MM., BKP., CBV menyampaikan pihaknya (P2KIB Unisma) siap memfasilitasi pelaku UMKM dalam menghadapi kesulitan usaha yakni dengan memberikan bantuan, konsultasi dan juga saran untuk pemecahan masalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM dalam meningkatkan peluang keberhasilan wirausaha baru melalui kegiatan pelayanan konsultasi terpadu. Selain Itu P2KIB Unisma memberikan pelatihan dan pembinaan sehingga UMKM dapat mengembangkan bisnisnya secara mandiri.
Selaras dengan tujuan P2KIB Unisma, peran IPEMI dan peluang usaha dalam kegiatan ini adalah membantu pemerintah daerah untuk melakukan kampanye edukasi mengenai program penyuluhan gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga tentang pentingnya makanan bergizi dan praktik pemberian makan yang baik. Selain itu membantu pemerintah daerah dalam Program Gizi Terpadu untuk meningkatkan asupan nutrisi anak-anak dan ibu hamil. Ini termasuk pemberian makanan tambahan dan suplemen gizi.

Dr. Jeni Susyanti selaku Kepala P2KIB dan Dosen FEB Unisma juga menyampaikan kebutuhan protein hewani dapat menjadi peluang usaha IPEMI dan dapat menjadi ceruk pasar yang potensial. Ceruk pasar konsumsi protein hewani selain stunting adalah 1) Produk Protein Hewani Organik, dimana target pasarnya konsumen yang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan, produk yang dipasarkan contohnya daging, ikan, telur dan produk susu organik; 2) Protein Hewani untuk Atlet dan Pecinta Kebugaran, target pasar yakni atlet, binaragawan dan orang yang aktif secara fisik, produk yang dapat diunggulkan ada daging tanpa lemak, protein daging sapi, protein ikan dan suplemen protein berbasis daging dengan kandungan protein tinggi, rendah lemak dan mendukung pembentukan otot; 3) Produk Siap Saji dan Mudah Dimasak, dengan target pasar yaitu konsumen yang sibuk dan mencari kemudahan, produk dapat berupa makanan siap saji berbasis protein hewani, seperti ayam panggang siap makan, daging cincang siap masak atau paket makanan beku yang kaya protein; 4) Protein Hewani untuk Diet Khusus, target pasarnya individu dengan kebutuhan diet khusus seperti keto, diet rendah karbohidrat, produk yang dapat dipasarkan daging sapi, daging ayam, ikan yang sesuai dengan standar diet khusus; 5) Produk Premium dan Eksklusif, target pasarnya konsumen kelas atas yang mencari produk berkualitas tinggi, contoh produknya ada daging wagyu, ikan salmon liar, daging sapi grass-fed.

Sedangkan Dr. Nikmatul Khoiriyah menyampaikan Standar AKP (Angka Kecukupan Protein) Indonesia adalah sebesar 57 gram per kapita per hari. Untuk meningkatkan konsumsi protein, bisa dilakukan beberapa langkah berikut: 1) Perencanaan Menu Seimbang: Buat rencana menu harian yang mencakup sumber protein hewani seperti daging, ikan, telur, dan susu, serta protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan; 2) Variasi Sumber Protein: Kombinasikan berbagai jenis sumber protein untuk menjaga variasi dan mencegah kebosanan pada anggota keluarga; 3) Edukasi tentang Gizi: Tingkatkan pengetahuan tentang pentingnya protein dalam diet keluarga melalui buku, internet, atau konsultasi dengan ahli gizi; 4) Penyediaan Camilan Berprotein: Sediakan camilan sehat tinggi protein, seperti bakso, yoghurt, kacang almond, dan keju, untuk dikonsumsi di antara waktu makan utama; 5) Memasak dengan Teknik yang Tepat: Gunakan teknik memasak yang mempertahankan kandungan nutrisi, seperti memanggang, mengukus, atau merebus.

Kegiatan FGD ini dilakukan juga sebagai penunjang penelitian skema dasar yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi pada tahun 2024 yang berjudul Skenario Kebijakan Harga Dan Pendapatan Untuk Percepatan Pemenuhan Konsumsi Protein Rumah Tangga di Indonesia. Dengan ketua Dr. Ir. Hj. Nikmatul Khoiriyah, M.P; anggota Dr. Hj. Jeni Susyanti, SE., MM., BKP., CBV; dan David Anthony Forgenie, B.Sc, CAPE, CSEC akademisi dari The University of the West Indies, St. Augustine Campus, Trinidad and Tobago. Bukan hanya sekedar memeriahkan kegiatan Dies Natalis Unisma yang ke-43 dan ajang silahturahmi saja, FGD ini juga sebagai bukti komitmen P2KIB Unisma bersama IPEMI Kota Malang bersinergi untuk ikut serta mengembangkan UMKM dalam memajukan pembangunan ekonomi nasional.
Kontributor: Intan Kurnia, S. Ak – P2KIB BPU Universitas Islam Malang