
Malang, 8 Agustus 2026 – Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Universitas Islam Malang (LPKIB UNISMA) kembali menyelenggarakan Catalyst Business Incubator 2026 Batch 6 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan mengusung tema “Dari Satu Produk ke Banyak Peluang: Strategi Diversifikasi Produk agar Usaha Makin Tumbuh dan Siap Bersaing” yang berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan produk secara inovatif dan berorientasi pada kebutuhan pasar.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP., selaku Ketua Inkubator Bisnis LPKIB UNISMA. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi tenant, calon wirausaha, serta peserta program inkubasi agar mampu mengembangkan usaha secara adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Catalyst Business Incubator 2026 Batch 6 diikuti oleh 59 peserta yang terdiri atas masyarakat umum, tenant LPKIB UNISMA, peserta program Catalyst Business Incubator 2026, serta dosen. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi pemaparan materi dan diskusi yang membahas berbagai strategi pengembangan serta diversifikasi produk.
Kegiatan menghadirkan Arina Nur Fauziyah, M.S.E., selaku Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, sebagai pemateri. Namun, karena berhalangan hadir akibat agenda rapat, penyampaian materi diwakili oleh Awit Setiawan, S.E., selaku Ketua Tim Pengembangan Usaha/Pengembang Kewirausahaan pada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.
Materi diawali dengan pembahasan mengenai tahapan pengembangan produk, mulai dari membaca potensi produk utama, menemukan ide produk turunan, menyusun strategi diversifikasi, hingga menentukan produk baru yang paling layak untuk dikembangkan. Dalam proses tersebut, pelaku usaha perlu mempertimbangkan data penjualan, tingkat pembelian ulang pelanggan, masukan konsumen, keunggulan produk, kebutuhan pasar, kapasitas produksi, ketersediaan modal, serta kemampuan tim.

Peserta juga diperkenalkan pada berbagai cara menemukan ide produk turunan, seperti modifikasi rasa atau varian, perubahan kemasan, bundling, hingga pemanfaatan sisa proses produksi menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Selain itu, strategi Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam mengembangkan ide dengan tetap menyesuaikannya terhadap karakteristik dan kebutuhan pasar. Dalam menentukan arah diversifikasi, peserta mempelajari strategi diversifikasi terkait maupun tidak terkait serta penggunaan Matriks Ansoff untuk memetakan peluang pengembangan produk dan pasar. Setiap ide produk selanjutnya dapat dinilai berdasarkan potensi permintaan, kebutuhan modal, kemudahan produksi, dan margin keuntungan. Sebelum diproduksi dalam jumlah besar, produk baru juga disarankan untuk diuji melalui pasar kecil atau sistem pre-order sehingga keputusan pengembangan dapat dilakukan secara lebih terukur dan risiko usaha dapat diminimalkan.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan analisis SWOT dan Business Model Canvas (BMC) sebagai instrumen untuk menyusun strategi serta model bisnis produk baru. Dari sisi operasional, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga konsistensi kualitas, menyusun SOP sederhana, mengelola bahan baku dan proses produksi, serta menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), margin keuntungan, dan Break Even Point (BEP).

Pada tahap akhir, peserta mempelajari strategi peluncuran produk baru, mulai dari menentukan waktu peluncuran, membangun rasa penasaran melalui teaser, memberikan penawaran khusus, melibatkan pelanggan setia sebagai promotor awal, hingga memantau respons pasar dan melakukan penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi.
Melalui Catalyst Business Incubator 2026, LPKIB UNISMA terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Diversifikasi produk diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan produk turunan, memperluas target pasar, meningkatkan nilai tambah, menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha.
Secara keseluruhan, proses pengembangan produk yang dibahas dalam kegiatan ini dapat dirangkum dalam empat tahapan utama, yaitu menggali potensi dan ide, menyusun strategi dan model bisnis, menata operasional serta menghitung keuntungan, dan meluncurkan produk ke pasar. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan pengembangan produk secara lebih sistematis dan berbasis pertimbangan pasar maupun kemampuan internal usaha.
Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas pelaku usaha; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi produk dan model bisnis; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara LPKIB UNISMA dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penguatan ekosistem kewirausahaan.