
Malang, 13 April 2026 — Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Universitas Islam Malang (LPKIB UNISMA) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Chalidana Islamic School Malang melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilaksanakan di Kantor LPKIB UNISMA, Gedung Umar Bin Khattab Lantai 3, Universitas Islam Malang.
Kegiatan penandatanganan ini dihadiri oleh Ketua LPKIB UNISMA Ibu Restu Millaningtyas, S.E., M.M; Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan Dr. Mohamad Bastomi, S.E., M.M; Kepala Sekolah Chalidana Islamic School Malang Bapak Wewen, S.Pd.I; serta Kepala Administrasi Chalidana Islamic School Malang Bapak Dani Yulianto.

Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam menginisiasi program pengembangan kewirausahaan yang berfokus pada penanaman nilai-nilai kewirausahaan sejak usia dini, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter mandiri, kreatif, dan inovatif pada peserta didik.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan berbagai kegiatan, di antaranya pengenalan konsep dan nilai dasar kewirausahaan kepada siswa, praktik kewirausahaan sederhana yang aplikatif, serta pelatihan dan pendampingan bagi guru dalam mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan di lingkungan sekolah. Selain itu, kedua belah pihak juga berkomitmen untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berdaya guna tinggi, memberikan manfaat luas, serta berkelanjutan.
Ketua LPKIB UNISMA, Ibu Restu Millaningtyas, S.E., M.M, dalam sambutannya menyampaikan, “Kerja sama ini merupakan wujud komitmen kami dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Melalui kolaborasi ini, kami berharap nilai-nilai kemandirian, kreativitas, dan inovasi dapat tumbuh dan berkembang pada peserta didik secara berkelanjutan.”
Sementara itu, Kepala Sekolah Chalidana Islamic School Malang, Bapak Wewen, S.Pd.I, menyatakan, “Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkaya pembelajaran di sekolah. Program kewirausahaan ini diharapkan dapat membekali siswa tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup yang relevan di masa depan.”
Melalui sinergi ini, diharapkan akan tercipta model pendidikan kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengalaman nyata, sehingga mampu mencetak generasi yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing.