Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Kampus: Inkubator Bisnis UIN Maliki Malang Benchmarking ke LPKIB UNISMA

Malang, 7 Januari 2026 – Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB) Universitas Islam Malang (UNISMA) menerima kunjungan benchmarking dari Tim Inkubator Bisnis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis penguatan tata kelola inkubator bisnis perguruan tinggi serta pengembangan program kewirausahaan mahasiswa yang lebih terintegrasi dan berdampak.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan sebagai forum diskusi dan pertukaran praktik baik dalam pengelolaan inkubator bisnis berbasis kampus. Fokus utama pembahasan diarahkan pada integrasi program inkubasi dengan kegiatan akademik, khususnya Program KKM Inkubasi Bisnis, agar mampu mendorong lahirnya usaha mahasiswa yang berkelanjutan.

Ketua LPKIB UNISMA, Ibu Restu Millaningtyas, S.E., M.M., menyampaikan bahwa inkubator bisnis memiliki peran penting sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.

“Inkubator bisnis tidak hanya menjadi ruang pembinaan usaha, tetapi juga laboratorium pembelajaran kewirausahaan yang menghubungkan teori akademik dengan praktik bisnis nyata. Melalui pendampingan yang sistematis, tenant diharapkan mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, LPKIB UNISMA menjelaskan alur layanan inkubator yang diterapkan, mulai dari tahap pra-inkubasi, inkubasi, hingga pasca-inkubasi. Tahap pra-inkubasi dirancang berlangsung selama satu tahun dengan penekanan pada sosialisasi dan literasi kewirausahaan melalui berbagai media informasi. Model ini bertujuan menyiapkan tenant secara matang sebelum memasuki fase pendampingan usaha yang lebih intensif.

Tim Inkubator Bisnis UIN Maliki Malang menilai model tersebut relevan untuk diadaptasi dalam pengembangan Program KKM Inkubasi Bisnis.

“Kami ingin KKM tidak hanya berhenti pada aktivitas pengabdian, tetapi juga terhubung langsung dengan proses pendampingan usaha mahasiswa. Model inkubasi yang dipaparkan LPKIB UNISMA memberi gambaran yang jelas dan operasional,” ungkap salah satu perwakilan tim UIN Maliki Malang.

Diskusi juga menyoroti pola asistensi tenant yang mencakup coaching bisnis, penguatan kapasitas kewirausahaan, serta dukungan akses permodalan, pemasaran, teknologi, dan jejaring usaha. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kualitas layanan inkubator sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan usaha tenant.

Selain sesi diskusi, rombongan mahasiswa UIN Maliki Malang berkesempatan meninjau langsung Laboratorium Kewirausahaan LPKIB UNISMA. Laboratorium tersebut berfungsi sebagai unit bisnis kampus yang menjadi ruang praktik kewirausahaan berbasis pengalaman langsung. Berbagai unit usaha seperti bookstore, ministore, layanan fotokopi dan percetakan, daycare, studio foto dan MUA, Café UNISMA, hingga pengelolaan platform media sosial menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif.

 

Capaian LPKIB UNISMA dalam mengelola inkubator bisnis juga tercermin dari diraihnya Peringkat A Inkubator Award 2024 dari Kementerian UMKM Republik Indonesia. Prestasi ini memperkuat kepercayaan terhadap kualitas tata kelola dan layanan pendampingan tenant yang telah berjalan.

Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua institusi sepakat untuk mendorong sinergi berkelanjutan dalam pengembangan kewirausahaan kampus.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas, baik dalam penyusunan modul pendampingan, pertukaran mentor, maupun penguatan jejaring tenant mahasiswa lintas perguruan tinggi,” tambah pihak LPKIB UNISMA.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan wirausaha muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.