Seruni Dapur Koe Membawa Berkah Maulida Kurniawati

lpkib unisma

Alhamdulillah wa Syukurillah kepada Alloh yang telah memberikan segala kenikmatan kepada kita, sehingga kita dapat menikmati segala ciptaan-Nya di muka bumi ini. Saya adalah seorang hamba Alloh yang dilahirkan dari seorang ibu dan bapak yang luar biasa bagi keluarga kami serta peduli akan kependidikan. Beliau memang hanya mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar. Jaman dulu, saat masih di era penjajahan Jepang, sekolah dibagi menjadi dua waktu yaitu sekolah pagi dan sekolah siang. Di pagi hari, orang tua saya mengenyam Pendidikan di Sekolah Dasar yang dulu disebut sebagai Sekolah Rakyat, dan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Almaarif Singosari di siang harinya. Mengenakan pakaian sederhana tanpa alas kaki, orang tua saya semangat bersekolah bahkan terkadang diperintah untuk datang ke kebun kapas sebagai tenaga kerja pemanenan kapas.

Melalui pengalaman beliau di jaman penjajahan itu, kami 9 bersaudara dididik supaya menjadi orang berpendidikan baik agama maupun umum agar tidak menjadi orang yang terjajah lagi di jaman kemerdekaan ini. Kami yakin kami harus pintar, meski dibesarkan oleh kedua orang tua yang berwiraswasta, yakni membuka warung makanan. Saat pertama kali berjalan di jaman setelah kemerdekaan, usaha orang tua saya yaitu hanya menjual kacang hijau dan roti goreng di pasar hingga akhirnya bisa menjadi Warung Sate Gule di Jalan Raya Singosari yang legendaris. Sayangnya, setelah 25 tahun lebih berjalan, tidak ada yang bisa melanjutkan bisnis ini.

Ketika menginjak usia sekolah Madrasah Ibtidaiyah, saya sering diajari membuat kue oleh ibu saya. Meski ada gagal, saya tetap semangat dan ibu saya selalu memberikan kepercayaan pada saya. Bahkan ketika Sekolah Menengah Pertama (SMP) saya sudah dipercaya membuat kue sendiri untuk hari raya. Disinilah saya mulai merasakan senang dan puas dengan kue buatan sendiri – terlebih ketika orang lain menikmati kue buatan saya, hingga akhirnya budaya membuat kue di hari raya terasa sangat menyenangkan.

Waktu berlalu hingga pendidikan sekolah terus berjalan dengan penuh semangat berkat dorongan dari orang tua. Ketika memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA), alhamdulillah saya berhasil masuk SMA PPSP IKIP Malang melalui jalur nilai rapot. Semangat mencari ilmu terus menyala hingga saya dapat menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi serta berhasil masuk Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian jalur PMDK. Masya Alloh, berkat perjuangan dan doa orang tua kami.

Setelah kuliah, saya dipertemukan oleh Alloh dengan seorang laki-laki rekan kuliah beda fakultas sebagai pendamping hidup saya. Kami menikah saat menempuh kuliah semester akhir dan alhamdulillah kami berdua dapat lulus dengan nilai memuaskan. Waktu terus berjalan hingga akhirnya suami bisa bekerja sebagai dosen Ekonomi di Universitas Gajayana Malang dan saya sebagai pengajar biologi di bimbingan belajar Primagama. Meski sebagai guru, kegemaran saya dalam berkarya membuat makanan tetap ada dengan prinsip awalnya yaitu membuat makanan sehat untuk keluarga. Resep terkadang dari nenek moyang, atau terkadang senang mencoba membuat resep sendiri. Bahkan saya senang membuat dan mencoba membuat resep baru dengan menambahkan hasil tanaman pangan. Hasil karya itu juga sering saya jual ke teman-teman dekat sekedar untuk menambah penghasilan keluarga.

Selama perjalanan mengajar ini, sampailah di suatu titik dimana suami mengajar mata kuliah kewirausahaan. Hingga suatu saat beliau mendapat proyek pengabdian masyarakat, dengan tema memberikan pelatihan pengolahan potensi yang ada di suatu daerah. Sayangnya, saat itu beliau

 

sedang diuji Alloh dengan sakit stroke. Akhirnya beliau meminta saya sebagai asisten di lapangan karena kebetulan saya juga sudah pernah mengikuti pelatihan di BLK Wonojati Singosari di tahun 2016.

Ketika 22 Mei 2017 tiba tahun duka bagi keluarga saya karena suami wafat. Sejak saat itu saya terbilang cukup vakum dalam membuat kue. Tetapi sebelum menginjak 40 hari suami wafat, ternyata saya harus membantu menjalankan program pengabdian masyarakat suami saya yang sempat diterima oleh Dikti, bersama dengan dosen lain. Walau dalam duka, alhamdulillah saya masih mampu melatih mahasiswa dan mendampingi pengabdian ke desa. Selang beberapa bulan, saya diajak tetangga untuk mengikuti lomba Tingkat Kota Malang dalam membuat makanan dengan inovasi sendiri yang berbahan dasar dari hasil tanaman sekitar kita. Inovasi yang saya buat saat itu adalah membuat bakpia dengan isian jagung manis dan alhamdulillah saya bisa mendapat juara 2. Lomba itu membuat saya jadi bisa melihat bagaimana persaingan di luar rumah. Sejak saat itu saya mulai berpikir dengan lebih sungguh-sungguh untuk membuat produk makanan yang lebih bermutu, memiliki kemasan yang menarik, memiliki merk, ijin legalitas, dll.

Tahun 2017 perijinan masih dilakukan secara manual. Semua terasa rumit, terlebih saat mengurus merk, halal, dll. Akhirnya saya hanya mengurus PIRT saja saat itu. Prinsip terpenting dan sederhana yang saya pegang yaitu supaya saya dapat mencari rezeki. Selang berjalannya waktu, terdapat pengumuman bahwa kepengurusan halal dapat dilakukan secara gratis namun dengan kuota terbatas. Saat itu kepengurusan dilakukan melalui tautan tertentu, harus mengisi kelengkapan data secara manual, berusaha seharian mencari bahan-bahan apa saja yang digunakan, serta kandungan yang ada pada kemasan. Meski saya sudah berusaha memenuhi persyaratan yang ada, kuota tetap sulit didapatkan, hingga ternyata segala dokumen yang telah disiapkan itu tidak dapat ter-submit. Akibat kesulitan-kesulitan itulah, akhirnya saya pasrah dan kembali kepada prinsip yang terpenting bisa berjualan.

Tahun 2018, terdapat penawaran kepengurusan halal gratis pada produk-produk UMKM. Mengingat salah satu produk saya yaitu Permen Fruity Jelly yang mengandung gelatin, saya mulai tergerak lagi untuk mengurus sertifikat halal walau ada biaya untuk jasa cetak, katanya. Awalnya saya ingin mengurus sertifikat halal untuk produk Permen Fruity Jelly, Bakpia, dan Stick Sayur. Namun karena ternyata tetap ada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan, saya tidak berhasil mengurus semua produk saya, sehingga hanya memilih salah satu produk yaitu Permen Fruity Jelly. Meski masih manual, terdapat pihak yang bersedia membantu proses kepengurusannya.

Era Covid-19 ternyata membawa berkah juga. Sekitar akhir era Covid-19 di tahun 2022, saya dipertemukan Alloh dengan jodoh suami yang kedua kalinya, yaitu teman dekat saat SMP dan SMA yang dulunya kami sama-sama bersaing dalam prestasi sekolah. Kehidupan babak kedua ini mengajarkan saya untuk tidak takut IT alias gagap teknologi. Suami mengajarkan saya bagaimana cara mengoperasikan hal-hal yang berhubungan dengan IT termasuk kegunaannya dalam dunia wirausaha. Antara lain cara memanfaatkan gadget untuk mengakses e-commerce dalam pembelanjaan bahan dan barang dengan harga yang lebih murah namun mutu tetap sama baiknya, serta mempermudah dan meningkatkan efektivitas kerja. Ilmu baru ini membuat saya merasa semua terasa lebih mudah dan meningkatkan semangat saya dalam berwirausaha.

Tapi Alloh berkehendak lain karena di tahun 2023 suami saya juga wafat dan akhirnya saya berhenti sejenak dalam produksi makanan. Tidak lama setelah itu, saya mendapatkan info bahwa ada penawaran mengurus halal gratis melalui seorang teman UMKM. Disini juga saya mendapatkan saran agar usaha saya dijadikan PT perseorangan agar mengurus perijinan legalitas lebih mudah karena produk saya yang bermacam-macam. Karena itulah akhirnya terbentuk PT. SERUNI DAPUR KOE. Adapun produk yang kami tawarkan ada beberapa macam, seperti Bakpia, permen Fruity Jelly, Stick

 

Sayur, Sirup Markisa, Roti Gandum, dan Bakpao. Sayangnya, segala proses ini terhenti hingga pembentukan PT saja karena tanpa diketahui sebelumnya, program mengurus halal gratis ini adalah buah dari program seseorang yang sedang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, sehingga proses pengajuan halal ternyata tidak dapat diselesaikan hingga tuntas.

Setelah hambatan-hambatan ini terjadi, semangat saya masih belum padam. Sedikit bersamaan waktunya dengan pembentukan PT tadi, saya mendapatkan informasi lain melalui grup WhatsApp UMKM RW bahwa ada kepengurusan halal gratis lainnya. Dari situlah saya dapat terhubung dengan Halal Center UNISMA dan alhamdulillah dari sekian upaya yang telah dilakukan, saya berhasil mengurus sertifikat halal untuk semua produk makanan dan minuman saya, berkat bantuan dan layanan yang diberikan oleh UNISMA sangat baik dan memudahkan. Tidak berhenti sampai situ, UNISMA juga menawarkan pembinaan bagi para pelaku UMKM. Kami dibantu mulai dari kepengurusan NIB, sertifikat halal, hingga pemasaran produk di Ministore UNISMA. Selain itu kami juga diberi pelatihan tentang pembuatan laporan keuangan yang menunjang untuk Laporan Pajak Tahunan. Akhirnya saya mulai semangat kembali untuk menekuni wirausaha produksi makanan untuk melanjutkan kehidupan ini.

Cakupan penjualan produk saya memang belum besar. Sejauh ini saya hanya menjual by order melalui WA. Meski demikian, saya bersyukur dan alhamdulillah lumayan berkembang. Pemesanan kadang digunakan untuk acara tertentu atau oleh-oleh ke luar kota. Saya merasa bahwa kepercayaan pelanggan produk Seruni Dapur Koe terbentuk setelah pelanggan membeli dan mengetahui rasa serta cara pembuatannya yang mengandung bahan tambahan pangan dari hasil alam. Namun berdasarkan pengalaman pemasaran, saya menyadari bahwa kesulitan yang dihadapi adalah keterbatasan dalam daya tahan hasil produksi karena kami selalu berupaya untuk membuat makanan tanpa bahan pengawet, kecuali minuman dan permen karena menggunakan tambahan pengawet sesuai anjuran.

Kini kami lebih fokus ke pemasaran bakpao dengan nama Mau Pao dan Roti Gandum karena rupanya produk ini yang paling sering dicari masyarakat untuk konsumsi harian atau order khusus untuk acara tertentu dan tentunya semua sudah berlabel halal. Adapun varian dari Mau Pao adalah bakpao isi kacang hijau, kacang karamel, coklat, ayam, hingga bakpao sayur isi bakso keju. Mau Pao menawarkan kualitas produk yaitu serat pao yang lembut dan dapat dibekukan untuk persediaan di rumah dengan saran penyajian yakni dikukus kembali selama 5 menit sebelum dikonsumsi. Sedangkan untuk lama penyimpanan di suhu ruang (selain isian ayam dan bakso keju) maksimal yaitu 3 hari, dan 1 hari untuk isian bakso keju dan ayam. Harga penjualan untuk isian kacang hijau, kacang karamel, dan coklat adalah Rp 12.000,-/pack (isi 4 pao), sedangkan isian bakso keju dan ayam adalah Rp 16.000,-

/pack (isi 4 pao). Selain Mau Pao, produk unggulan kami lainnya adalah roti gandum dengan harga Rp 12.000,-/pack (isi 2 roti), sedangkan untuk roti gandum dengan isian tertentu, harga akan menyesuaikan dengan order isiannya. Saya yakin bahwa produk roti gandum dibuat dengan menggunakan bahan dasar gandum kasar dan menggunakan bahan-bahan dengan mutu tinggi. Rasanya gurih, terasa gandumnya, dan cocok sekali untuk menu sarapan atau menu makanan tinggi serat. Roti ini juga bisa dibekukan dan saran penyajian sebelum dikonsumsi adalah dioven pada suhu 180°C selama 10 menit atau dikukus selama 5 menit.

Makanan dan minuman yang diproduksi oleh Seruni Dapur Koe kami buat dengan bahan bermutu dan selalu berupaya untuk menambahkan bahan asli dari hasil pangan alami, dengan harapan produk ini bermanfaat dan memuaskan konsumen, serta tentunya enak dinikmati kapanpun. Perjalanan kami tentunya tidak berhenti disini. Segala ilmu baru dan usaha terbarukan akan tetap kami upayakan demi perbaikan kualitas produk secara berkala dan berkelanjutan. Jika ingin berkenalan dan ikut jatuh cinta dengan produk kami, yuk silakan mencoba, menikmati, dan berlangganan ya!